Metode Pembelajaran

Proses pembelajaran sudah saatnya bergeser dari mentransfer ilmu menjadi mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Mahasiswa harus diberi cukup waktu dan bimbingan untuk memecahkan masalah-masalah pertanian mulai dari pemuliaan, perbenihan, teknik budidaya yang efisien, pemeliharaan yang efektif dan penanganan pasca panen, serta mendistribusikannya kepada konsumen secara tepat waktu dan tetap berkualitas. Untuk itu strategi pembelajaran harus runtut dan sistematis mengacu kepada proses pembelajaran berbasis SCL.
Pada dasarnya proses pembelajaran harus mengedepankan keaktifan mahasiswa, dimana mahasiswa menjadi subjek utama pembelajar yang dirangsang aktif dalam mengkonstruksikan ilmu pertanian melalui berbagai metode pembelajaran dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menumbuhkan cinta pada profesi pertanian melalui praktek-praktek yang menyenangkan. Dosen sebagai fasilitator dituntut kreatif untuk menciptakan suasana pembelajaran, responsif terhadap isu aktual, mengoptimalkan sumberdaya yang ada dan menciptakan alat bantu pembelajaran yang efisien dan efektif.

Beragam metode pembelajaran untuk SCL yang dapat diterapkan dalam proses perkuliahan, di antaranya :

  1. Small Group Discussion
  2. Role-Play dan Simulasi
  3. Discovery Learning (DL)
  4. Self Direct Learning (SDL)
  5. Cooperative Learning (CL)
  6. Collaborative Learning (CbL)
  7. Contextual Intsruction (CI)
  8. Project Based Learning (PBL)
  9. Problem-Based Learning/ Inquiry (PBL/I)

Sumber : http://www.faperta.unpad.ac.id/akademik/pbm-dan-tata-tertib/metode-pembelajaran/7-metode-kuliah.html